Uncategorized

Pemkot Mojokerto Bekali 60 Warga Binaan Keterampilan Kuliner untuk Mandiri

GORONTALO PUSARAN ONLINE-Pemerintah Kota Mojokerto membekali 60 warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto dengan keterampilan usaha kuliner sebagai modal untuk mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 September 2026, mencakup pembuatan minuman ala kafe berbahan kecap dan pembuatan keripik. Warga binaan yang mengikuti pelatihan merupakan warga asal Kota Mojokerto.

Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas masyarakat. Pada 2026, program tersebut secara khusus menyasar warga binaan sebagai bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Khusus untuk tahun 2026 ini ada sasarannya dari warga binaan di Lapas Mojokerto. Sehingga, harapannya, mereka yang nanti sudah keluar memiliki keterampilan yang bisa dijadikan sebagai salah satu modal untuk mereka berwirausaha, khususnya kuliner,” kata Ning Ita dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, sektor kuliner dipilih karena peluang usaha di Kota Mojokerto masih terbuka luas. Berbagai jenis usaha kuliner terus berkembang, mulai dari restoran, kafe, warung, hingga pedagang kaki lima.

Sektor perdagangan yang berkaitan dengan aktivitas kuliner juga memberikan kontribusi lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.

“Setiap tahun tumbuh bermunculan tempat-tempat kuliner, apakah itu resto, kafe, warung-warung, dan bahkan pedagang kuliner kaki lima banyak sekali. Sehingga, peluang usaha di bidang kuliner itu masih terbuka sangat luas bagi siapa saja yang ingin berusaha di wilayah Kota Mojokerto, termasuk para mantan warga binaan dari lapas ini,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad mengapresiasi, perhatian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap warga binaan. Menurutnya, pelatihan keterampilan dapat mendukung proses pembinaan sekaligus mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

“Kami jajaran Lapas Mojokerto berterima kasih sekali kepada Ibu Wali kota Mojokerto. Beliau hadir di tengah-tengah warga binaan yang sedang menjalani pidana, yang sebagian juga merupakan warga Kota Mojokerto,” kata Arifin.

Ia berharap, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan membangun usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan.***

Related Posts

1 of 2