Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Gorontalo, H. Suleman Tongkonoo, bersama jajaran pengurus BWI Gorontalo di ruang kerjanya, Selasa (23/09/2025). Turut mendampingi, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam H. Asrul Lasapa bersama Ketua Tim (Katim) Zakat dan Wakaf : Hj. Maryam Hamid dengan tim kerja Bimas Islam Kanwil Kemenag Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BWI Provinsi Gorontalo, H. Suleman Tongkonoo, menyampaikan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam rangka optimalisasi program-program BWI, khususnya terkait Program Wakaf Uang.
“BWI Gorontalo sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, untuk mendorong pengelolaan wakaf yang lebih produktif. Wakaf uang menjadi salah satu fokus utama kami karena sejalan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, yakni memanfaatkan wakaf untuk kesejahteraan bangsa,” ungkap H. Suleman.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Gorontalo, H. Kaswad Sartono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan BWI Provinsi Gorontalo. Ia menilai langkah BWI dalam mendorong pengembangan wakaf, terutama wakaf uang, sangat strategis dan sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
“Wakaf adalah ibadah yang memiliki nilai sosial dan ekonomi yang luar biasa. Potensi wakaf di Gorontalo sangat besar, baik berupa tanah maupun wakaf uang. Sayang sekali jika tidak dikelola secara produktif. Untuk itu, sinergi dengan BWI menjadi sangat penting,” ujar H. Kaswad.
Ia menambahkan, wakaf bukan hanya sebatas memberikan harta benda, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, H. Kaswad menegaskan bahwa program wakaf uang adalah inovasi penting yang memudahkan masyarakat dalam berwakaf secara fleksibel, tanpa harus menunggu memiliki aset besar.
“Dengan wakaf uang, masyarakat bisa berpartisipasi sesuai kemampuan mereka. Dana yang terkumpul nantinya dapat disalurkan untuk berbagai program produktif seperti beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, penyediaan makanan bergizi bagi santri, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Kakanwil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung BWI Gorontalo dalam mengembangkan potensi wakaf, baik wakaf tanah maupun wakaf uang, agar dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal bagi kesejahteraan umat.
“Saya berharap BWI Gorontalo bisa menjadi motor penggerak dalam pengelolaan wakaf yang profesional dan produktif, sehingga tanah-tanah wakaf yang ada maupun program wakaf uang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya.











