GORONTALO.PUSARAN.ONLINE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas guru sekolah menengah kejuruan melalui Bimbingan Teknis Penguatan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial. Program ini diharapkan melahirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi agar mampu menyiapkan generasi yang kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan efektif.
Sebanyak 150 peserta yang terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru produktif SMK mengikuti kegiatan tersebut. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar koding, pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis dan bertanggung jawab, serta penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Selain itu, para guru juga didorong untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kegiatan yang menghadirkan satu narasumber pusat dan tiga narasumber daerah ini diharapkan mampu menghasilkan perangkat ajar yang lebih inovatif serta membentuk komunitas belajar antarguru untuk saling berbagi praktik baik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, mengatakan bahwa penguasaan teknologi dan kecerdasan artifisial harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. “Melalui penguatan kompetensi guru, kita ingin memastikan bahwa peserta didik Gorontalo memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah masing-masing. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan komunitas pendidikan diharapkan terus terbangun agar transformasi pembelajaran berbasis teknologi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo.











